Jadi ceritanya MIT bikin software yg fungsinya untuk analisis gimana sih kekayaan pada seseorang itu tercipta.
Hasilnya ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Distribusi kekayaan di dunia fana ini mengikuti 80:20 rule aka pareto concept.
80% kekayaan dimiliki oleh 20% kelompok orang.
Ngeliat hasil itu rasanya kayak gak adil, iya gak sih?
Kenapa? ๐ค
Karena kita hidup dalam lingkungan atau paling gak pemikiran yg menganut meritokrasi.
Kita berpandangan orang akan mendapatkan kekayaan/reward berdasarkan bakat, kecerdasan, usaha, dst.
Dalam waktu yang lama banyak orang berpikir hal di atas akan berbuah menjadi kekayaan.ย
Jika distribusi kekayaan mengikuti power law, distribusi keahlian manusia mengikuti distribusi normal yg simetris terhadap nilai rerata.
Contoh: kecerdasan diukur dengan test IQ. Rerata IQ manusia di dunia 100, gak ada tuh manusia yg punya IQ 1.000 atau 10.000.ย ย
Meritokrasi berlaku juga pada usaha, dihitung dari jam kerja.
Benar, ada orang yg jam kerjanya lebih lama dibanding orang lain, tapi gak nyampe jutaan jam.
Namun, saat bicara kekayaan tetep aja ada orang yg jutaan kali lebih kaya dibanding kebanyakan orang.
TL;DR Hasil dari software yang dibuat oleh Alessandro Pluchino.
โ Orang kaya bukanlah orang yg paling pintar dan berbakat, mesti tetep butuh keahlian pada bidang tertentu.
โ Mereka adalah orang yang BERUNTUNG.
โ Rangkayo bisa leverage networking untuk dapat investment dan scale up usahanya.
โ Sebagian kecil dari kelompok 80% bisa menjadi kaya saat keberuntungan datang dan bisa memanfaatkan saat moment itu datang.
Jadi apa artinya buat orang2 kebanyakan?
Teruslah bekerja, karena kesempatan untuk exploit keberuntungan itu ada. Siapkan wadahnya dulu, bisa berupa mindset, pengetahuan dan habit.
Gak jarang orang yg dikasih kesempatan untuk jadi kaya kemudian balik jadi biasa2 aja karena spending habit yg buruk.
Emang bener sih kata orang. Dunia itu intinya koneksi dan sedikit keberuntungan, IPK? Buat yang gak punya keduanya. ๐

