toko indomaret

Belajar UX Dari Layout Toko Indomaret

Pernah perhatiin gak, kenapa saat masuk toko Indomaret, kita hampir selalu jalan ke arah kiri? (Kecuali buat yg mau beli rokok, permen atau kondom, langsung ke kasir yg biasanya ada di sebelah kanan).

Saat masuk toko secara naluriah kita akan berjalan ke arah kiri, pilih barang, liat lebih banyak barang kemudian ke kasir yg ada di sebelah kanan.

Jawabannya adalah Clockwise. πŸ•“

Dari masa kanak2 kita terbiasa melihat benda yg bergerak searah jarum jam di antaranya jam dinding, jam tangan, bundaran persimpangan jalan, gasing (jadul banget ), dan masih banyak lagi.

Di alam sadar kita akan tertanam, bahwa bergerak searah jarum jam itu natural, pantas dan gak perlu mikir, karena sudah terbiasa.Β 

πŸ‘©πŸ»β€πŸ’»Hal ini yang dimanfaatkan oleh designer layout toko, jadi rak2 di tempatkan sedemikian rupa biar orang nyaman berjalan muter. Kasir hampir selalu ditempatkan di sebelah kanan dan deket dengan pintu keluar-masuk.

Tujuannya biar yg sudah selesai belanja bisa langsung keluar tanpa menganggu flow pengunjung yang berbelanja.Β 

πŸ’‘UX Designer bisa belajar dari layout toko Indomaret. Saat ngedesain user journey atau user interaction harus melihat natural behavior dari user, biar gak ada problem pada product adoption.

Tingakatan design yg paling tinggi menurut saya adalah saat pengguna product kita bisa:

βœ… Menggunakan produk tanpa tutorial.

βœ… Gak ada rasa takut (berhasil manage user expectation), dan

βœ… Berhasil menyelesaikan user journey

Outcome dari design yg bagus banyak banget di antaranya:

1. Pelanggan akan cepat terbiasa dengan App UX, mengoptimalkan metrics user acquisition dan adoption

2. Pelanggan happy dan gak kapok buat balik lagi (Metrics: user retention).

3. User retention = Business value dari sisi Business Owner.

4. Pelanggan yang happy kemungkinan akan senang mereferensikan product ini kepada teman atau keluarga (Metrics: User Referral)Β