trimoleksono.com

Product, UX, Digital Marketing and Start up things.

Susahnya menjelaskan apa yang dikerjakan Orang Product

Susahnya menjelaskan apa yang dikerjakan Orang Product

Suatu hari dalam obrolan santai sebuah acara reuni

A: “Sekarang kerja di mana bro?”

B: “Perusahaan Start up Digital Teknologi”

A: “Keren..kerja di bagian apa bro?”

B: “Bagian Product bro”

A: “Ooh, lo yang ngurusin produk-produk yang dipajang di website dan app dong?” “Ada Produk baru apa aja bro yang lagi diskon?”

B: “Err..bukan itu yang dikerjakan bagian Product, tapi..”

Dan kemudian obrolannya jadi panjang..sebegitu susahkah menjelaskan apa itu Product Management di sebuah Perusahaan Startup? 

Familiar dengan obrolan di atas? Atau mungkin kamu pernah “terjebak” dalam obrolan serupa?

Belum lagi kalau kamu adalah seorang Associate Product Manager misalnya, lebih panjang dan berat lagi effort untuk menjelaskan sebenarnya apa sih yang kamu kerjakan dan kenapa existensi kamu begitu penting di dunia ini 😂.

Jika kamu bekerja sebagai Marketer sudah jelas kamu memasarkan sesuatu, begitu juga kalau kamu bekerja sebagai Software Engineer sudah jelas outputnya apa? Tapi kalau kamu susah menjelaskan apa yang kamu lakukan, udah benar berarti kamu bekerja sebagai orang Product, ciyaaan deh 🤣.

Jadi apa sih yang dilakukan oleh divisi Product atau bisa kita sebut juga dengan Product Management?

Biar lebih mudah memahaminya kita bahas dari outputnya dulu yah, jadi output dari Product Management adalah sebuah Product Digital, apa saja Product Digital itu? Bisa website, aplikasi website, aplikasi untuk android atau iOS, aplikasi entreprise atau yang lebih kecil seperti plugin untuk browser.

Semoga cukup menjelaskan yah, jadi nanti kalau calon mertua nanya kamu kerja di bagian apa dan ngapain aja kamu punya jawaban yang pendek dan bisa dimengerti dengan mudah oleh siapapun 😊.

Product Management pada sebuah Perusahaan Startup bertanggung jawab atas Planning baik itu jangka pendek yang biasanya dibagi per Sprint Planning, jangka menengah yang biasanya dibagi per quartal sampai satu tahun atau jangka panjang biasanya di atas 1 tahun. Menentukan prioritas feature apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu, apakah suatu feature ada nilai tambah buat pelanggan, Product dan Bisnis itu sendiri? Dan yang terakhir Delivery dari sebuah Product Digital, bentuknya bisa berupa Aplikasi atau website.

Biar gampang diingat 3 hal ini yang harus dikerjakan oleh Product Managment: Planning, Priorities, Delivery.

Pada tingkatan apa sebuah Startup harus mempunyai Product Management sendiri?

Jawabannya bisa bervariasi tergantung dari apa fokus bisnis dari Startup tersebut? 

Jika Bisnis dari suatu Startup harus berinteraksi dengan banyak pengguna, maka Product Management wajib ada dari early stage. Ini umum disebut B2C.

Lain lagi jika fokus Bisnis lebih ke B2B atau Business to Business maka yang diutamakan saat early stage lebih ke cari partner/pelanggan level Bisnis, saat yakin Bisnis Model yang dijalankan mempunyai pasar maka sebaiknya harus segera memiliki Product Management.

Kenapa harus ada Product Management? Biar keren aja? Biar sama kayak Startup di Sillicon Valley sana atau apa?

Yang utama kenapa harus ada Product Management adalah agar ada orang/team yang bertanggung jawab untuk mengirimkan nilai dari suatu Product Digital secara rutin kepada Pelanggan apapun tipe Bisnisnya.

Jika ada tanggapan atau mau tukar pikiran boleh yah, langsung aja tulis di kolom komentar di bawah ini .

trimoleksono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *